Kamis, 07 September 2017

[Book Review] Introduction Soil Mechanics - Lambe Whitman

Chapter 1 - Soil Problem in Civil Engginering

1. Foundations
Hampir disetiap bangunan sipil membutuhkan pondasi untuk mendukung struktur. ketika tanah kuat berada di permukaan tanah, maka pondasi yang digunakan untuk mentransfer beban yang ada yaitu pondasi dangkal. Pondasi dangkal pada saat ini dibuat dari beton bertulang. Namun apabila tanah kuat  tidak di dekat permukaan tanah, maka untuk mentransfer beban struktur ke tanah maka dibutuhkan bagian vertikal seperti piles, caisson atau piers. umumnya caisson atau piers memiliki diameter yang lebih besar dibanding piles. oleh karena itu caisson atau piers dibuat dengan teknik mengali sedangkan piles dibuat dengan menanam. 
Pemilihan pondasi yang tepat dapat mengurangi biaya pembangunan dengan signifikan. Namun pada perencanaan sistem pondasi, permasalahan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya penurunan yang besar yang dapat merusak struktur bangunan maupun fungsi bangunan. Pada kasus yang paling krisis bukan karena total penurunan yang besar, namun karena perbedaan penurunan antar sistem pondasi. Toleransi dari penurunan berbeda disetiap daerah dan bangunannya tergantung dari kebijakan yang ada, fungsi struktur maupun tanah existing bangunan. Selain dari penurunan, permasalahan lainnya yang dihadapi oleh seorang soil engginering yaitu terjadinya upward movement. Hal ini dapat terjadi karena tekanan dari penuruna atau kenaikan air tanah. Biasa terjadi di tanah yang memiliki sifat ekspansive. 

2. Soil as a construction material
Tanah merupakan material struktur yang paling berlimpah di dunia dan dapat ditemukan dimana pun. Banyak pekerjaan struktur sekarang yang memakan tanah sebagai material. Namun ketika memutuskan untuk memakai tanah, maka perencana harus memilih tipe tanah yang sesuai, metode penempatan, dan kemuad kontrol yang harus dilakukan. Permasalahan yang paling sering ditemui yaitu besarnya perbedaan sumber tanah dengan tanah yang akan dibangun. Bangunan yang banyak dibangun dengan material tanah yaitu earth dam, struktur reklamasi dan perkerasan jalan.

3. Slope and Excavations
Pada permukaan tanah yang tidak horizontal sering dilakukan perpindahan tanah. Sering ditemui keadaan dimana lereng alami, tanggul, dan galian yang kurang stabil. Hal ini bisa disebabkan karena air yang berpindah, kemiriingan lereng, pergerakan seperti gempa dan lainnya. oleh karena itu perlu dilakukannya analaisis stabilitas. Analisis biasanya membandingkan tegangan geser yang ada dengan tegangan geser yang terjadi pada daerah yang berpotensi terjadinya longsor.

4.  Underground and earth retaining structure
Banyak struktur dibangun dibawah tanah yang memiliki gaya akibat kontak struktur dan tanah. Struktur yang dibangun seperti dinding basement, sheet pile, struktur pembuangan, jaringan pipa dan lainnya. Pembuatan struktur tidak hanya dapat direncanakan dari pertimbangan struktur saja, karena struktur dikelilingi oleh tanah. oleh karena itu perencana haruslah memiliki pengetahuan tentang interaksi tanah-struktur untuk merencanakan struktur dengan baik.

5. Special soil engineering problems
Banyak permasalahan-permasalahan yang jarang terjadi namun tetap penting untuk diperhatikan. Hal tersebut diantaranya :
a. vibrations
b. exploisons and earthquakes
c. the storage of industrial fluids in earth reservoirs
d. frost
e. regional subsidence

6. The solution of soil engineering problems
Solusi yang digunakan dalam menghadapai masalah-masalah haruslah mengutamakan keamanan. Namun selain itu, solusi yang ekonomis juga harus menjadi pertimbangan. Dalam menghadapi permasalahan yang ada, terdapat karakteristik yang harus diperhatikan yaitu :
a. Tanah tidak memeiliki sebuah hubungan linear tegangan dan regangan.
b. Perilaku tanah tergantung dari tekanan, waktu dan lingkungan.
c. Pada semua kasus tanah yang berada dibawah tanah dan tidak terlihat seutuhnya, haruslah diperiksa dengan sample dari lokasi yang tidak dapat digapai.
d. Hampir keseluruhan tanah memiliki sifat yang sangat sensitif terhadap gangguan sampling, hal ini diukur dari tes laboratoium.
Interprestasi dari kekurangan dan kesalahan data, pemilihan parameter tanah dan mengubah sebuah solusi membutuhkan pengalaman dan intuisi yang tinggi atau biasa disebut engineering judgement. Pengetahuan tentang mekanik tanah adalah hal yang alami untuk seorang soil engineer, namun engginering judgement membuat sebuah karakter yang akan dikenal.


Semua review ini dibuat sendiri oleh penulis, karena itu tolong untuk tidak mengambil tanpa disertai ijin. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar